Penerapan Tafsir Ekologis Dalam Usaha Merawat Lingkungan Pesantren

  • Alwi Jamalulel Ubab
Keywords: Tafsir EKologi, Santri, Pesantren, Lingkungan

Abstract

Pondok Pesantren is the oldest educational institution in Indonesia. With various kinds of dynamics and problems in it, pesantren can still survive today. Pesantren in the modern era as it is today cannot only be an educational institution that is normative, equitable or even jumud to the conditions of the surrounding environment, especially the pesantren environment itself. In this article, the author is specifically interested in discussing the problem of environmental care of pesantren which has been the author's second home for the past 10 years or so. The author sees environmental problems in pesantren that are not taken care of with research in writing this article based on the author's concern about the environmental sustainability of pesantren. The author sees the behavior of students who do not pay attention to cleanliness so as to produce a negative stigma of dirty islamic boarding schools, the amount of waste that overflows and the lack of responsiveness of most islamic boarding schools in the use and management of waste waste in them. In addition, the vulnerability of pesantren to become a place for disease outbreaks, and of course how to instill love and care for the pesantren environment towards students so that they can then be used as sustainable habbits and practiced in the community in the future. Therefore, this article will specifically discuss how sharia perceives the surrounding environment by examining verses from the Qur'an that contain mutual relationships between living beings and the surrounding (ecological) nature. This is expected to produce recommendations for environmental jurisprudence (fiqh bi'ah) which will then be linked and implemented specifically in an effort to maintain the pesantren environment so that it becomes a comfortable and safe place for students in it.

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Dengan berbagai macam dinamika dan problematika di dalamnya, pesantren masih bisa bertahan hingga sekarang. Pesantren di era modern seperti sekarang ini tidak bisa hanya menjadi lembaga pendidikan yang normatif, ekual atau bahkan jumud terhadap kondisi lingkugan sekitar, terlebih  lingkungan pesantrennya sendiri. Dalam artikel ini, penulis secara khusus tertarik membahas permasalahan perawatan lingkungan pesantren yang menjadi rumah kedua penulis selama kurang-lebih 10 tahun terakhir. Penulis melihat problematika lingkungan di dalam pesantren yang kurang terurus dengan penelitian dalam penulisan artikel ini berpatokan pada keresahan penulis terhadap kelestarian lingkungan pesantren yang memprihatinkan. Penulis melihat perilaku santri yang kurang memperhatikan kebersihan sehingga menghasilkan stigma negatif pesantren jorok, jumlah limbah sampah yang membludak dan kurang tanggapnya kebanyakan pesantren dalam pemanfaatan dan pengelolaan limbah sampah di dalamnya. Selain juga rentannya pesantren menjadi tempat merebaknya penyakit, serta tentunya bagaimana menanamkan cinta dan peduli lingkungan pesantren terhadap santri agar kemudian dapat dijadikan habbits yang berkelanjutan dan diamalkan di masyarakat kelak. Oleh karenanya, artikel ini secara khusus akan membahas bagaimana syariat memandang lingkungan di sekitarnya dengan meneliti ayat-ayat al-Qur’an yang memiliki kandungan hubungan timbal balik (mutual) antara makhluk hidup dan alam sekitar (ekologis). Hal tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi fikih lingkungan (fiqh bi’ah) yang kemudian akan dikaitkan dan diimplementasikan secara khusus dalam usaha merawat lingkungan pesantren sehingga menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi santri di dalamnya.

 

Published
2022-12-27
How to Cite
Ubab, A. (2022). Penerapan Tafsir Ekologis Dalam Usaha Merawat Lingkungan Pesantren. The International Journal of Pegon : Islam Nusantara Civilization, 8(02), 93-106. https://doi.org/10.51925/inc.v8i02.69