• Memperbaharui dan Menarasikan Kembali Pemaknaan Sejarah Islam d Nusantara
    Vol 7 No 01 (2022)

    Sejarah lokal memiliki beberapa fungsi kaitannya dengan sejarah nasional. Sejarah lokal memberikan energi berlebih yang dapat mempekaya sejarah nasional serta dapat mengkoreksi perspektif dan kesimpulan sebelumnya. Sejarah lokal dapat menjadi wajah dinamika dari penulisan sejarah itu sendiri. Dalam menjelajah khazanah Islam di Nusantara, merangkai sejarah lokal serta menarasikan ulang akan menemukan pemaknaan-pemaknaan baru. Wacana kesejarahan Cirebon misalnya, belum seluruhnya terungkap. Dengan adanya pemakanaan terhadap dokumen-dokumen Belanda berjenis Koloniaal Verslag 1870 – 1880, perlawanan rakyat Cirebon makin terang terbaca. Begitupun di Palembang, pada masa Kesultanan Mahmud Badaruddin II, pengelolaan administrasi birokrasi Kesultanan Palembang Darussalam makin terang dengan petunjuk sumber data primer yang ditulis oleh P. DE ROO DE FAILLE berjudul Dari Zaman Kesultanan Palembang. Sejarah NU juga tidak dapat dipisahkan dari kebijakan Politik Islam di Hindia Belanda. Dengan mengungkap sejumlah aktivitas NU yang direkam oleh surat kabar pada masa kolonial, beberapa berita yang ditemukan cukup unik, karena meliput aktivitas NU sampai di tingkat daerah, seperti di Kediri dan Semarang, terutama antara 1925 hingga 1942, yakni masalah Kongres Al-Islam, ritual keagamaan dan respon atas kebijakan sekolah liar. Meski demikian, kondisi sosial dan analisa semiotika saat ini juga perlu dipaparkan, agar penerimaan dan hukum seleksi sejarah juga berbicara. Dengan mengungkap sejarah berdirinya Pondok Pesantren LDII Millenium Alfiena dari tahun 1996-2021, perubahan arah Pesantren pada tahun 1998 telah memunculkan kepercayaan masyarakat dan pemerintah untuk memberikan izin pendirian. Sehingga Pondok Pesantren LDII Millenium Alfiena dapat berkembang dan memperoleh legitimasi sosial dengan pujian yang baik.  Sedangkan analisis semiotika pada syair pupujian sunda eling-eling umat” bagi  orang sunda menunjukkan bahwa ajaran aswaja yang diserap oleh pertumbuhan islam di nusantara masih tetap mewarnai umat Islam di Indonesia, terutama di daerah sunda, dalam mempertahankan ajaran keislaman yang mereka percayai dalam menyebarkan syiar melalui kebudayaan. Juga, ajaran tarekat Naqsyabandi Haqqani yang tetap eksis di Jakarta dan sekitarnya, bahkan tarekat ini berkembang di seluruh dunia.

  • Narasi Islam Nusantara, Peta Dakwah dan Poskolonialisme
    Vol 6 No 02 (2021)

    Munculnya Islam Nusantara menjadi narasi baru bagi kajian keislaman yang selama ini hanya dijadikan obyek riset para orientalisme. Berbagai penelitian dan pemikiran para cendekiawan pun selama ini merujuk temuan-temuan atau pandanhan-pandangan yang dilontarkan oleh para orientalisme. Narasi Islam Nusantara menjadi wacana yang penting bagi pendekatan poskolonilasime yang ingin melihat keberislaman di Nusantara dengan kaca mata sendiri, perspektif yang lebih jernih dan tidak menurut liyan. Dengan menjadi subyek, kajian-kajian keislaman di Nusantara akan menemukan hikmah dan peta dakwah yang lebih positif dalam memaknai berbagai ekspresi keislaman yang ditampilkan.

  • Aswaja, Kontekstualitas dan Spiritualitas Tradisi Islam Nusantara
    Vol 5 No 01 (2021)

    Dalam sejarahnya, Islam begitu mewarnai sendi-sendi kehidupan –budaya, adat, tradisi- masyarakat Nusantara. Pun sebaliknya. Terjadi dialektika diantara keduanya sehingga membentuk karakter Islam yang khas Nusantara. Aswaja sebagai basis pemahaman keagamaan telah mengakar dalam keberislaman sejak awal masuknya Islam di Nusantara. Jalur Aswaja telah ditempuh para ulama dalam mendapatkan hukum yang tepat di Nusantara ini sekaligus starategi berdakwah dan berkomunikasi dengan masyarakat nusantara yang beraneka ragam. Selain itu, aswaja juga membangun sekaligus melestarikan tradisi-tradisi dalam ranah rasionalitas dan spiritualitas yang termanifestasi dalam suatu tradisi seni seperti di Aceh maupun direkam dalam sebuah kitab ulama nusantara.


  • Islam Nusantara Dan Ulama Perempuan
    Vol 4 No 02 (2020)

    Berbagai Kajian untuk menggali khazanah Islam Nusantara makin bervariasi. Edisi kali ini selain mendedah jejaring ulama Nusantara, juga merambah kajian pendidikan di masa pandemi hingga ulama perempuan yang perannya bertaraf internasional. Kajian ensiklopedi kitab tafsir juga menjadi tidak kalah menariknya hingga pembahasan qiraah sab'ah dan mushaf republik Indonesia. Kajian tarekat dan tradisi budaya melengkapi begitu variannya khasanah islam di Nusantara.

  • ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION
    Vol 1 No 01 (2018)

    Menggali dan Melestarikan Khazanah Keilmuan Ulama Nusantara