Dinamika Awal Aktivitas Nahdhlatul Ulama dalam Catatan Pers Masa Kolonial 1925 – 1942

  • Akhmad Saehudin
Keywords: Al-Islam, ritual, education, history

Abstract

Abstrak

Kebijakan Politik Islam di Hindia Belanda medorong para sarjana muslim mendirikan organisasi Islam, termasuk, Nahdhlatul Ulama, sebagai saluran aktivitasanya. Ini dilakukan untuk kebersamaan dan wahana persatuan. Dengan berorganisasi, maka dapat menciptakan gerak bersama untuk menghindari tuduhan melakukan aktivitas mencurigakan dalam hal keagamaan dari otoritas kolonial. Di sisi lain, peran pers dalam meliput kegiatan NU tergolong besar. Organisasi ini dianggap mempunyai modal politik dan kultural yang penting dalam dinamika Muslim di Hindia Belanda.

Artikel ini berupaya menyuguhkan sejumlah aktivitas NU yang direkam oleh surat kabar pada masa kolonial. Beberapa berita yang ditemukan cukup unik, karena meliput aktivitas perkumpulan ini sampai di tingkat daerah, seperti di Kediri dan Semarang. Pencarian informasi mengarah pada tiga aspek yang menjadi perhatian NU antara 1925 hingga 1942, yakni masalah Kongres Al-Islam, ritual keagamaan dan respon atas kebijakan sekolah liar.

Beberapa temuan mengarah pada sisi sejarah sosial dari kegiatan NU. Ini sekaligus menjadi catatan pinggir bagi historiografi terdahulu, yang lebih banyak menyorot NU dalam kaca mata sejarah politik. Berbekal pada metode penelitian sejarah, diperoleh suatu bahan telaah kronologis yang dekat dengan nuansa sejarah sosial.

 

Political Islam policy in the Dutch East Indies encouraged Muslim scholars to establish Islamic organizations, including, Nahdhlatul Ulama, as a channel for their activities. This is done for togetherness and a vehicle of unity. By organizing, it can create a common movement to avoid accusations of carrying out suspicious activities in religious matters from the colonial authorities. On the other hand, the role of the press in covering NU's activities is quite large. This organization is considered to have political and cultural capital that is important in the dynamics of Muslims in the Dutch East Indies.

This article attempts to present a number of NU activities recorded by newspapers during the colonial period. Some of the news found is quite unique, because it covers the activities of this association to the regional level, such as in Kediri and Semarang. The search for information led to three aspects of concern to the NU between 1925 and 1942, namely the issue of the Al-Islam Congress, religious rituals and the response to the wild school policy.

Some of the findings point to the social history side of NU's activities. This is also a marginal note for earlier historiography, which highlighted NU more in the lens of political history. Armed with historical research methods, a chronological study material is obtained that is close to the nuances of social history.

 

Published
2022-06-20
How to Cite
Saehudin, A. (2022). Dinamika Awal Aktivitas Nahdhlatul Ulama dalam Catatan Pers Masa Kolonial 1925 – 1942. The International Journal of Pegon : Islam Nusantara Civilization, 7(01), 95-117. https://doi.org/10.51925/inc.v7i01.60