Kekisruhan di Cirebon pada XIX

Suatu Gambaran dari Koloniaal Verslag 1870 – 1880

  • Lesi Maryani
Keywords: Cirebon, Resistance, Colonization, Land

Abstract

Abstrak

Cirebon merupakan salah satu wilayah yang penting di pulau Jawa. Sejak masa silam, wilayah ini bergeliat menjadi salah satu pusat perdagangan penting yang menghubungkan daerah pedalaman dengan pesisir, bahkan sampai lintas pulau. Posisinya kian startegis, manakala di abad 16 sudah berdiri Kesultanan yang mapan di sana. Syarif Hidayatullah dan para keturunannya telah menorehkan prestasi gemilang yang merubah wajah pelabuhan Cirebon yang semula hanya diramaikan oleh perahu-perahu lokal menjadi kota yang dipenuhi jajarah perahu antarbenua.

Sejarah lokal memiliki beberapa fungsi kaitannya dengan sejarah nasional, antara lain; 1) Sebagai koreksi atas kealpaan yang telah terbabar dalam narasi sejarah nasional; 2) Sebagai pemerkaya kisah sejarah nasional dikarenakan dari satu cerita dapat melahirkan cerita-cerita lain yang saling berkesinambungan; 3) Sejarah lokal dapat menjadi wajah dinamika dari penulisan sejarah itu sendiri. Wacana kesejarahan Cirebon belum seluruhnya terungkap. Berbekal dengan arsip kolonial yang telah dihimpun dalam dokumen Belanda berjenis Koloniaal Verslag 1870 – 1880, riwayat Cirebon akan dikupas, khususnya mengenai perlawanan rakyat akibat ketidakadilan pemerintah Hindia Belanda.

Artikel ini akan membahas tentang resistensi masyarakat Cirebon di abad XIX, berdasarkan sumber primer berupa catatan kolonial Hindia Belanda. Dengan menggunakan sumber primer tersebut, diharapkan dapat mengangkat sejumlah temuan mikro mengenai sisi lain dari perlawananan warga Cirebon yang belum terungkap

 

 

Cirebon is one of the important regions on the island of Java. Since the past, this area has squirmed into one of the important trading centers that connects inland areas with the coast, even to the point of crossing islands. Its position became increasingly startegis, when in the 16th century there was already an established Sultanate there. Syarif Hidayatullah and his descendants have made brilliant achievements that changed the face of the Cirebon port which was originally only enlivened by local boats into a city filled with intercontinental boats.

Local history has several functions related to national history, including; 1) As a correction to the forgetfulness that has been flared up in the national historical narrative; 2) As a enricher of national historical stories because one story can give birth to other stories that are mutually sustainable; 3) Local history can be the dynamic face of the writing of history itself. Cirebon's historical discourse has not been fully revealed. Armed with colonial archives that have been collected in Dutch documents of the Colony verslag type 1870 – 1880, the history of Cirebon will be peeled off, especially regarding popular resistance due to the injustice of the Dutch East Indies government.

This article will discuss the resistance of the people of Cirebon in the XIX century, based on primary sources in the form of colonial records of the Dutch East Indies. By using these primary sources, it is hoped that it can raise a number of micro-findings regarding the other side of the resistance of cirebon residents that have not been revealed

 

Published
2022-06-20
How to Cite
Maryani, L. (2022). Kekisruhan di Cirebon pada XIX. The International Journal of Pegon : Islam Nusantara Civilization, 7(01), 73-94. https://doi.org/10.51925/inc.v7i01.59