Pengelolaan Administrasi Birokrasi Pada Masa Sultan Mahmud Badaruddin II Di Kesultanan Palembang Darussalam Pada Tahun 1803-1821

  • sari febriani unusia
Keywords: Administrasi, Birokrasi, Kesultanan

Abstract

Administrasi adalah perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan pemerintahan, serta pergerakan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan birokrasi menunjuk pada suatu organisasi yang dimaksudkan untuk mengerahkan tenaga dengan teratur dan terus-menerus, untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pengelolaan administrasi birokrasi pada masa Kesultanan Mahmud Badaruddin II bertujuan untuk mengetahui riwayat hidup Sultan Mahmud Badaruddin II, menguraikan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam serta menjabarkan pengelolaan administrasi birokrasi pada masa Sultan Mahmud Badaruddin II di Kesultanan Palembang Darussalam.

Administration is planning, controlling, and organizing the work of government, and the movement of those who implement it in order to achieve the goals that have been set. While bureaucracy refers to an organization that is intended to exert energy regularly and continuously, to achieve a certain goal. Management of bureaucratic administration during the Mahmud Badaruddin Sultanate II aims to know the history of Sultan Mahmud Badaruddin II, describes the history of the Sultanate of Palembang Darussalam and describes the management of bureaucratic administration in the time of Sultan Mahmud Badaruddin II in Palembang Darussalam Sultanate.

This thesis uses primary data source and secondary data source. The primary source is a book written by P. DE ROO DE FAILLE entitled From The Age of Palembang Sultanate, translated by Soegarda Poerbakawatja. The secondary sources include the form of books, journals and others. All sources of data are collected by historical methods of heuristics and verification in which researchers review documents are generally focused on documents recording experts from various fields and other sources containing information about the past or that is worthy of historical value. Heuristics and verification serves to select historical data that the facts (evidence) history has been valid and that has been tested the validity and reliability, then the process of historiography. In addition, researchers also collect qualitative data consisting of observation and documentation. Technique of data analysis in this research is qualitative descriptive based on logic of science.

In a study entitled "The Management of Bureaucratic Administration In the Period of Sultan Mahmud Badaruddin II at the Sultanate of Palembang Darussalam In the Year 180-1821" it was found that the administrative system of bureaucratic administration in the Sultanate was not much different from that of the previous Sultan-Sultan system, Java, by applying the system of four foreign countries or five pancalang in government. In the administration of bureaucracy administration Sultan Mahmud Badaruddin II divides the Sultanate into two areas, namely the capital region and the hinterland, then in the capital with the application of the system of four foreigners or pancalang lima, and for the interior area consisting of Marga led by Pesirah, Marga region is divided into three region, namely the area of ​​attitude, levy and Sindang led by Proatin. And there is also a bureaucratic means in the form by Sultan Mahmud Badaruddin II, namely institutions Kepenghuluan, Patih institutions, and institutions Syahbandar. Then used the Law of the Simbur Cahaya as a form of guidance and rule of law in the Sultanate of Palembang Darussalam.

Tesis ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber primer berupa buku yang ditulis oleh P. DE ROO DE FAILLE berjudul Dari Zaman Kesultanan Palembang, yang diterjemahkan oleh Soegarda Poerbakawatja. Adapun Sumber sekunder diantaranya berupa buku-buku, jurnal dan lain-lain. Semua sumber data tersebut dihimpun dengan metode historis yaitu heuristik dan verifikasi dimana peneliti menelaah dokumen-dokumen pada umumnya dititik beratkan pada dokumen hasil rekaman para ahli dari berbagai bidang dan sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau atau yang sudah layak bernilai sejarah. Heuristik dan verifikasi berfungsi untuk menyeleksi data-data sejarah yang fakta (bukti-bukti) sejarahnya telah valid dan yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya, barulah proses historiografi. Di samping itu peneliti juga mengumpulkan data kualitatif terdiri dari observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif  berlandaskan pada logika keilmuan.

Dalam penelitian yang berjudul “Pengelolaan Administrasi Birokrasi Pada Masa Sultan Mahmud Badaruddin II di Kesultanan Palembang Darussalam Pada Tahun 180-1821” ditemukan bahwa sistem pengelolaan administrasi birokrasi di Kesultanan tidak jauh berbeda dengan sistem pemerintahan pada masa Sultan-Sultan sebelumnya, yang mengikuti pola pemerintahan di Jawa, yaitu dengan penerapan sistem empat mancanegara atau pancalang lima dalam pemerintahan. Dalam pengelolaan administrasi birokrasi Sultan Mahmud Badaruddin II membagi wilayah Kesultanan menjadi dua, yaitu wilayah ibukota dan wilayah pedalaman, selanjutnya di ibukota dengan penerapan sistem empat mancanegara atau pancalang lima, dan untuk wilayah pedalaman yang terdiri dari Marga dipimpin oleh Pesirah, wilayah Marga dibagi menjadi tiga kawasan, yaitu daerah Sikap, Kepungutan dan Sindang yang dipimpin oleh Proatin.  Dan terdapat pula sarana birokrasi yang di bentuk oleh Sultan Mahmud Badaruddin II, yaitu lembaga Kepenghuluan, lembaga Patih, dan lembaga Syahbandar. Kemudian digunakan Undang-Undang Simbur Cahaya sebagai bentuk pedoman dan aturan hukum di Kesultanan Palembang Darussalam.

Published
2022-06-20
How to Cite
febriani, sari. (2022). Pengelolaan Administrasi Birokrasi Pada Masa Sultan Mahmud Badaruddin II Di Kesultanan Palembang Darussalam Pada Tahun 1803-1821. The International Journal of Pegon : Islam Nusantara Civilization, 7(01), 33-51. https://doi.org/10.51925/inc.v7i01.57