Current Issue

Vol 15 No 02 (2025): Jejak Pemikiran Islam dan Tradisi Lokal Keagamaan

Pemikiran politik dalam Islam merupakan elemen penting dalam tradisi intelektual Islam yang membahas gagasan-gagasan fundamental tentang pemerintahan, seperti keadilan, kepemimpinan, syura (musyawarah), dan penerapan hukum Islam dalam konteks kenegaraan. Tokoh-tokoh seperti Al-Mawardi, Al-Farabi, Ibnu Khaldun, Hasan Al-Banna, dan Abul A'la Al-Maududi telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam merumuskan sistem politik ideal dari perspektif Islam. Karenanya perlu dipahami proses evolusi, prinsip-prinsip dasar, dan relevansi pemikiran politik Islam dalam menghadapi isu-isu politik terkini. Keterkaitan historis antara sistem pendidikan pada masa Bani Umayyah (661–750 M) dan proses Islamisasi di Nusantara, menjadi aspek penting dalam meggali kontribusi struktur pendidikan dan penyebaran Islam di wilayah nusantara atau  kepulauan Indonesia. Selanjutnya, dengan mengungkap peran strategis Kesultanan Jambi dalam penyebaran Islam dan pembentukan tradisi keagamaan lokal pada abad ke-19, akan tergambar bagaimana kesultanan memanfaatkan kekuasaan politik, jaringan ulama, serta lembaga keagamaan dalam membentuk pola keberagamaan masyarakat.

Dari sini, dapat ditemukan bahwa Etika Islam memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian Muslim yang utuh, tidak hanya sebagai pedoman perilaku sosial, tetapi juga sebagai cerminan nilai-nilai spiritual yang bersumber dari wahyu. Hubungan antara etika Islam dan konsep jiwa dalam membentuk kepribadian, dapat diunggah dari pemikiran filsafat Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd mengenai keduanya. Selain itu, maqam tasawuf dalam pengembangan karakter masyarakat Indonesia di zaman modern juga penting didaras dalam menghadapi tantangan globalisasi, krisis etika, dan perubahan nilai-nilai budaya, terutama pengaruh masuknya Islam untuk memperkuat nilai-nilai egaliter dan kesetaraan dalam praktik kebudayaanan. Dalam tataran praksis, negosiasi antara status sosial dan prinsip-prinsip kesetaraan dalam kebudayaanan Pandalungan di Kabupaten Lumajang akan mengungkap bagaimana tradisi sandingan mampu menjadi aspek penguatan peran masyarakat sipil atau masyarakat umum dalam sosial-kemasyarakatan.

Konstruksi sosial atas dasar etika Islam tersebut tetap berpedoman pada pemahaman atas teks-teksi klasik dalam memahami al Qur’an dan Hadis Nabi. Karena itu, mengkaji corak dan prinsip tafsir yang dibawa oleh Abul A‘la al-Maududi (1903-1979) dalam magnum opus-nya kitab Tafhīm al-Qur’an akan memperlihatkan kaedah yang seimbang antara pendekatan tafsir al-ma‘thur (berasaskan riwayat) dan al-ra’y (penalaran dan logika) yang diterapkan dalam penafsirannya. Sedangkan bidang hadis, dapa dipahami dari kitab Kasyf al-Astar karya AGH. Muhammad Nur asal Sulawesi Selatan yang berhasil menggabungkan analisis mendalam terhadap hadis dengan konteks sosial budaya lokal sebagai alat pendidikan yang efektif dalam membentuk pemahaman masyarakat tentang hadis. Selain itu, didukung dengan kajian atas dakwah wasatiyyah yang dilakukan oleh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (selanjutnya Tuan Guru Zainuddin) (1898-1997) dan Manakib Abdul Qadir al-Jaelani (kode KBN 225), yang ditulis dalam bahasa Jawa menggunakan aksara Arab Pegon yang merupakan salinan pesantren abad ke-20 yang digunakan dalam tradisi manakiban, berfungsi sebagai media dakwah dan pendidikan spiritual.

 

Published: 2025-11-25

Articles

View All Issues


The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization published by Islam Nusantara Center Foundation ( ISSN 2621-4938 , E-ISSN 2621-4946) This journal specialized academic journal dealing with the theme of religious civilization and literature in Indonesia and Southeast Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with perspectives of philosophy, philology, sociology, antropology, archeology, art, history, and many more. This journal invites scholars from Indonesia and non Indonesia to contribute and enrich the studies published in this journal. This journal published twice a year with the articles written in Pegon, Arabic and English and with the fair procedure of blind peer-review.

The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilization has been accredited by Indonesian Institute of Sciences SK no. 0005.26214946/JI.3.1./SK.ISSN/2018.06 - 8 Juni 2018 (mulai edisi Vol. 1, No. 1, Juni 2018). The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilizationn has been indexed by :

 

ADIL: Jurnal Hukum

Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan

Image result for doi journal