Konsep Jiwa dan Etika Islam

Kajian Filsafat Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd terhadap Pembentukan Kepribadian

  • Siti Nur Amanda Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
  • Sari Febriani Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
  • Khairun Anwar Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
  • Lu'lu Ulzannah Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
Keywords: Etika, Islam, Jiwa, Al Ghazali, Ibnu Rusyd, Kepribadian Muslim

Abstract

Etika Islam memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian Muslim yang utuh,
tidak hanya sebagai pedoman perilaku sosial, tetapi juga sebagai cerminan nilai-nilai spiritual
yang bersumber dari wahyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara etika
Islam dan konsep jiwa dalam membentuk kepribadian, serta menganalisis pemikiran filsafat
Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd mengenai keduanya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif
dengan metode studi pustaka, mengkaji literatur primer dan sekunder dari para tokoh filsafat
Islam klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika Islam tidak hanya menekankan aturan
moral lahiriah, tetapi juga menuntut kesadaran batiniah yang bersih dan tulus. Konsep jiwa
dalam Islam, seperti nafs dan rūḥ, menjadi dasar pemahaman atas perilaku dan spiritualitas
manusia. Para filosof Muslim seperti Al-Ghazali menekankan penyucian jiwa melalui
kedekatan dengan Tuhan, sedangkan Ibnu Rusyd menekankan integrasi akal dan wahyu
sebagai dasar kepribadian rasional dan religius. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi
antara etika, konsep jiwa, dan filsafat pemikiran keduanya dapat memberikan landasan kuat
dalam membentuk kepribadian Muslim yang utuh dan kontekstual di era modern.

Islamic ethics plays a crucial role in shaping a holistic Muslim personality, serving not only as a guideline for social behavior but also as a reflection of spiritual values ​​derived from revelation. This study aims to examine the relationship between Islamic ethics and the concept of the soul in shaping personality, and to analyze the philosophical thoughts of Al-Ghazali and Ibn Rushd regarding both. A qualitative approach was employed, employing a literature review method, examining primary and secondary literature from classical Islamic philosophers. The study's findings demonstrate that Islamic ethics emphasizes not only external moral rules but also demands a pure and sincere inner consciousness. Concepts of the soul in Islam, such as the nafs (self) and the rūḥ (spirit), serve as the foundation for understanding human behavior and spirituality. Muslim philosophers such as Al-Ghazali emphasized the purification of the soul through closeness to God, while Ibn Rushd emphasized the integration of reason and revelation as the basis for a rational and religious personality. This study concludes that the integration of ethics, the concept of the soul, and the philosophy of thought of both can provide a strong foundation for shaping a holistic and contextual Muslim personality in the modern era.

Published
2025-11-25
How to Cite
Amanda, S., Febriani, S., Anwar, K., & Ulzannah, L. (2025). Konsep Jiwa dan Etika Islam. The International Journal of Pegon : Islam Nusantara Civilization, 15(02), 75-96. https://doi.org/10.51925/inc.v15i02.147