Konflik Internal Dan Aliansi Politik
Peran Sultan Haji Dalam Melemahkan Kesultanan Banten Melalui Kerjasama Dengan VOC
Abstract
Kajian mengenai dinamika kekuasaan di Kesultanan Banten menunjukkan bahwa konflik internal Kesultanan memiliki peran penting dalam melemahnya otoritas politik. Pertentangan antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji tidak hanya mencerminkan perebutan kekuasaan, tetapi juga perbedaan orientasi politik yang membuka peluang bagi intervensi eksternal, khususnya oleh VOC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik internal Kesultanan serta mengkaji dampak aliansi politik antara Sultan Haji dan VOC terhadap perubahan struktur kekuasaan dan kedaulatan kesultanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik internal menjadi faktor utama melemahnya stabilitas politik dan solidaritas elite di Kesultanan Banten. Aliansi antara Sultan Haji dan VOC memberikan keuntungan politik jangka pendek, namun secara bersamaan memperkuat dominasi VOC dalam mengendalikan kebijakan politik dan ekonomi, sehingga mengurangi kedaulatan kesultanan dan meningkatkan ketergantungan terhadap kekuatan kolonial. Dengan demikian, interaksi antara konflik internal dan intervensi kolonial menjadi penyebab utama kemunduran Kesultanan Banten.
The study of power dynamics in the Sultanate of Banten reveals that internal Sultanate conflict played a crucial role in weakening political authority. The conflict between Sultan Ageng Tirtayasa and Sultan Haji not only reflected a struggle for power but also differences in political orientation that opened opportunities for external intervention, particularly by the Dutch East India Company (VOC). This research aims to analyze the dynamics of internal Sultanate conflict and examine the impact of the political alliance between Sultan Haji and the VOC on changes in political structure and sovereignty. The study employs a qualitative method with a historical approach, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography.
The findings indicate that internal conflict became a major factor in undermining political stability and elite cohesion within the Sultanate of Banten. The alliance between Sultan Haji and the VOC provided short-term political advantages but simultaneously strengthened VOC dominance over political and economic policies, leading to a decline in sovereignty and increased dependency on colonial power. Thus, the interaction between internal conflict and colonial intervention significantly contributed to the decline of the Sultanate of Banten.