Peran Masjid Kuno Dalam Masa Awal Penyebaran Islam di Nusantara

  • Nanda Ainur Rofiq Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
  • Amelia Wati Universitas Nahdlaltul Ulama Indonesia
Keywords: Masjid Kuno, Islamisasi Nusantara, Dakwah Islam, kulturasi Budaya, Sejarah Islam

Abstract

Masjid kuno merupakan salah satu elemen penting dalam proses awal penyebaran Islam di
Nusantara. Pada masa awal Islamisasi, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat
pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, politik, dan
dakwah Islam. Keberadaan masjid-masjid kuno di berbagai wilayah Nusantara, seperti Masjid
Agung Demak, Masjid Menara Kudus, Masjid Mantingan, dan masjid tua lainnya,
mencerminkan strategi penyebaran Islam yang adaptif terhadap kondisi sosial dan budaya
masyarakat setempat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran masjid kuno dalam
konteks awal perkembangan Islam di Nusantara serta mengkaji makna simbolik dan
fungsionalnya dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
sejarah dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui kajian literatur, sumber sejarah, dan data
arkeologis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa masjid kuno berfungsi sebagai pusat
penyebaran ajaran Islam, lembaga pendidikan keagamaan, serta sarana integrasi sosial antara
komunitas Muslim dan masyarakat lokal. Selain itu, arsitektur masjid kuno yang memadukan
unsur Islam dengan tradisi lokal menunjukkan adanya proses akulturasi budaya yang menjadi
ciri khas Islam Nusantara. Masjid juga berperan dalam memperkuat legitimasi kekuasaan
politik Islam pada masa awal, terutama dalam konteks kerajaan-kerajaan Islam. Dengan
demikian, masjid kuno memiliki peran yang signifikan tidak hanya sebagai bangunan
keagamaan, tetapi juga sebagai media strategis dalam proses Islamisasi dan pembentukan
identitas sosial-budaya masyarakat Nusantara.

Ancient mosques constitute a crucial element in the early spread of Islam in the Indonesian archipelago. During the initial phase of Islamization, mosques functioned not only as places of ritual worship but also as centers for social, educational, political, and religious propagation activities. The existence of ancient mosques in various regions of the archipelago, such as the Great Mosque of Demak, the Menara Kudus Mosque, the Mantingan Mosque, and other early. Islamic sites, reflects adaptive strategies employed in disseminating Islam within diverse local cultural contexts. This article aims to analyze the role of ancient mosques in the early development of Islam in the archipelago and to examine their functional and symbolic significance in society. This study employs a historical research method with a descriptive- analytical approach, utilizing literature review, historical sources, and relevant archaeological data. The findings indicate that ancient mosques served as centers for the dissemination of Islamic teachings, institutions of religious education, and platforms for social integration between Muslim communities and local societies. Furthermore, the architectural features of ancient mosques, which combine Islamic elements with local traditions, demonstrate a process of cultural acculturation that characterizes the development of Islam in the Nusantara region. Mosques also played a significant role in strengthening political legitimacy during the early formation of Islamic polities. Therefore, ancient mosques represent not only religious structures but also strategic instruments in the process of Islamization and the formation of socio-cultural identity in the Indonesian archipelago.

Published
2026-07-06
How to Cite
Rofiq, N., & Wati, A. (2026). Peran Masjid Kuno Dalam Masa Awal Penyebaran Islam di Nusantara. The International Journal of Pegon : Islam Nusantara Civilization, 16(01), 61-76. https://doi.org/10.51925/inc.v16i01.178