Strategi Penggunaan Pegon Sebagfai Sarana Pembelajaran Kitab Kuning SMPIT Al-Anis
Abstract
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penggunaan aksara Pegon sebagai sarana pembelajaran kitab kuning di SMPIT Al-Anis Kartasura. Walaupun metode ini berakar pada tradisi pesantren klasik, penerapannya di sekolah formal menunjukkan relevansi yang kuat dengan kebutuhan pendidikan Islam kontemporer. Aksara Pegon digunakan sebagai media penerjemahan teks Arab ke dalam bahasa lokal, sehingga memudahkan siswa dalam memahami dan memaknai isi kitab kuning. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui metode sorogan dan bandongan, yang dipadukan dengan kegiatan ngesahi, penyimpulan, tanya jawab, serta evaluasi berkala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dilengkapi evaluasi bulanan untuk mengukur efektivitas strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aksara Pegon tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks Arab klasik, tetapi juga memperkaya kosakata, memperjelas struktur kalimat, serta melestarikan budaya literasi Islam Nusantara. Kendati demikian, metode ini memiliki keterbatasan berupa kebutuhan waktu yang lebih lama, potensi suasana kelas yang monoton, serta tuntutan kompetensi tinggi bagi guru. Secara keseluruhan, strategi Pegon dapat dipandang sebagai pendekatan integratif yang menghubungkan tradisi keilmuan Islam dengan sistem pendidikan modern, sekaligus memperkuat nilai moderasi dan identitas keislaman siswa.
This article aims to describe the strategy of using the Pegon script as a learning tool for the yellow books at SMPIT Al-Anis Kartasura. Although this method is rooted in the classical Islamic boarding school tradition, its implementation in formal schools demonstrates strong relevance to the needs of contemporary Islamic education. The Pegon script is used as a medium for translating Arabic texts into local languages, thus facilitating students' understanding and interpretation of the contents of the yellow books. The learning process is carried out through the sorogan and bandongan methods, combined with ngesahi (studying), summarizing, question-and-answer (question-and-answer), and periodic evaluations. This study used a qualitative field approach using observation, interview, and documentation techniques, and was supplemented with monthly evaluations to measure the strategy's effectiveness. The results show that the use of the Pegon script not only improves students' understanding of classical Arabic texts but also enriches vocabulary, clarifies sentence structure, and preserves the culture of Islamic literacy in the Indonesian archipelago. However, this method has limitations such as the need for longer time, the potential for a monotonous classroom atmosphere, and demands high competency from teachers. Overall, the Pegon strategy can be seen as an integrative approach that connects Islamic scientific traditions with the modern education system, while strengthening the values of moderation and students' Islamic identity.